logo Sulsel Tanggap COVID-19
  • Home
  • Data
  • Peta
  • Gejala
  • Relawan

Tetap Tenang dan Selalu Waspada

Hubungi Call Center dibawah ini untuk informasi mengenai Covid-19

Website ini berisi informasi terkait nomor darurat, info rumah sakit, peta sebaran virus, hingga tips menjaga kesehatan

082 154 021 119 (24 Jam)
Identifikasi Diri terkait COVID19
Identifikasi Diri terkait COVID-19

Self assesment ini adalah alat sederhana yang bisa membantu menentukan apakah Anda sehat-sehat saja atau ada gejala yang memerlukan penilaian, pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut untuk COVID-19.

Cek Kondisi Anda Sekarang

Nurdin Abdullah Tinjau Kesiapan RS Pendidikan Unhas Hadapi Covid-19

Created 2020-04-08

Thumbnail

MAKASSAR, PEMPROV SULSEL -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan kunjungan ke RS Pendidikan Unhas, Rabu, 8 April 2020. Kunjungan ini dalam rangka meninjau kesiapan RS Pendidikan Unhas menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, termasuk Sulsel.

Kedatangan Nurdin Abdullah diterima oleh Satgas Covid-19 Unhas. Antara lain Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof. dr. Budu, Direktur Rumah Sakit PTN Unhas Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, serta beberapa anggota Tim Satgas Covid-19 Unhas Prof. Dr. dr. Andi Asadul dan Dr. dr. Maisuri T. Chalid, dan lainnya.

Pada kesempatan ini, gubernur mendengarkan paparan dari Tim Satgas Covid-19 Unhas terkait langkah-langkah yang telah diambil. Nurdin Abdullah juga mengunjungi aktivitas di Posko Satgas Covid-19 Unhas yang menampung berbagai bantuan, terutama Alat Pelindung Diri (APD), serta mengunjungi kesiapan laboratorium mikrobiologi klinik RS Unhas tempat pemeriksaan sampel Covid-19.

"Kita ingin pastikan RS Pendidikan Unhas sebagai RS screening itu dapat berfungsi dengan baik. Kedua kita pastikan lab kita bekerja dengan optimal," kata Nurdin Abdullah.

Pada kesempatan ini, gubernur juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah memetakan kesiapan rumah sakit yang ada di Sulsel, khususnya yang ada di Kota Makassar.

"Kemarin itu saya sudah jelaskan bahwa kita ingin melakukan penanganan Covid ini, dengan menetapkan rumah sakit rujukan. Kedua, tidak semua pasien Covid-19 ke rumah sakit rujukan untuk dirawat. Rumah Sakit Dadi dan Rumah Sakit Sayang Rakyat diperuntukkan bagi pasien yang sedang, positif tapi tidak berat. Sementara untuk pasien yang berat atau ada komplikasi kita siapkan RS Unhas dan RS Wahidin," kata Nurdin Abdullah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Prof. Syafri Kamsul, menjelaskan, Tim Satgas Covid-19 Unhas ini diharapkan bisa bersinergi dengan Satgas Provinsi, terutama dalam hal pendataan, screening, tracking, hingga perawatan.

“Kami sejak awal melakukan screening dan perawatan. Selain itu Satgas Unhas juga telah melakukan kajian-kajian berdasarkan data yang ada. Maka kami mengajukan tiga rekomendasi untuk kita lakukan bersama-sama, yaitu pembatasan aktivitas warga, penyiapan wisma isolasi bagi OTG/ODP/PDP, dan proteksi bagi populasi rentan, yaitu usia lanjut, memiliki penyakit hipertensi, DM, penyakit jantung, dan ginjal," kata Prof. Syafri.

Sementara itu, anggota Tim Data dan Surveilens Satgas Covid-19 Unhas, Andi Alvian Hasanuddin, mengatakan, salah satu langkah yang perlu ditempuh adalah berupaya memutus rantai penularan.  Asumsinya bahwa OTG, ODP dan PDP ini, bisa saja menularkan kepada orang lain. 

"Maka kita perlu batasi tiga populasi ini, pertama, populasi rentan, OTG/ODP dan yang sehat. Supaya nanti, tidak ada pergerakan antara mereka. Ini yang harus kita lakukan, kalau memang tidak bisa dibatasi wilayah, saya kira isolasi itu menjadi opsi," kata Alvian.(*)

logo
Sulsel Tanggap Covid-19

Website Resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Nomor Penting

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

0821-5402-1119

0852-9935-4451

0812-4424-4473